Setelah Kehilangan: Perjalanan Twinflame

Pesan darinya setelah ku bermimpi untuk melakukan perjalanan ke Inggris.

“Iya aku sadar, itu salah ku.”

“Bukan, itu salahku!”

Menjalani persahabatan setelah badai besar merupakan pengalaman yang baru. Kehilangan berat, saling rindu satu sama lain, mendewasakan diri selama berpisah, dan bertemu lagi setelah sadar semuanya.

Ini adalah kisah ku dan mungkin kamu berbagi hal yang sama.

Bagiku, dirinya adalah pengingat diriku. Ia menyadarkan diriku, membuat aku tahu siapa sebenarnya diriku dan luka-luka yang terbawa tak kusadari sebelumnya.

Hubungan dengan sesama lelaki bisa jadi sangat intens. Kami berdua pernah dilanda kebingungan tentang perasaan apa yang sebenarnya kami alami. Awalnya kita mengira bahwa kita akan jadi pasangan gay, kemudian seorang teman biasa, hingga akhirnya sadar bahwa itu mah sekedar perasaan nyaah. Dengan begini, sebenarnya kami berdua tidak menentukan batasan tentang istilah yang tepat untuk hubungan ini namun sepertinya kamu bisa cari istilah twinflame yang menurut kami tepat menjelaskan hubungan yang sedang kami alami.

Kami sudah tiba pada titik dimana kami sudah memaafkan satu sama lain, menjalani hubungan dari 0 lagi, dan dilanda rindu berat karena jarak. Kini ku di Bandung dan Garut, sementara ia berada di Cikarang.

Aku sendiri ada sedikit penyesalan. Andai saja aku bisa menikmati momen ketika aku dan ia tinggal bersama di Ledeng dan mengetahui lebih dini sekaligus mengatasi krisis trauma yang ku dapatkan. Perlakuan buruk ia padaku waktu dulu sesungguhnya adalah pengingat bahwa ada yang salah dari diriku. Itu adalah karena ku terpenjara oleh luka. Namun itu tak masalah, karena itu sudah jadi jalan hidupku.

Kehilangan yang masing-masing aku dan dirinya telah alami disebut fase berpisah. Karena pertemuan antara kami berdua membuka semua luka yang dimiliki oleh masing-masing. Ketika fase ini terjadi, seseorang diarahkan untuk menyadari dirinya sendiri dan mengatasi isu-isu kehidupan yang belum tuntas. Dengan begitu seseorang yang berhasil akan menemukan keutuhan dari dalam dirinya sendiri. Bahwa ia sudah sempurna sebelum ia bertemu pasangannya. Oleh karena itu, aku sendiri kurang setuju bahwa mencari pasangan akan melengkapi hidup seseorang. Hanya saja, aku sadar, bahwa ternyata ada pertimbangan tertentu seseorang memiliki pasangan dan asumsi bahwa pernyataan “ia melengkapi hidupku” bisa jadi sebuah pertanda seseorang akan masuk pada hubungan yang beracun.

Sejujurnya, aku tak mengerti kenapa dan bagaimana perasaan dirinya padaku saat ini. Aku sesekali mempertanyakan maksud dari pesan-pesan yang ia kirim. Aku sudah lelah mencari tahu dan membiarkan pertanyaan tak terjawab begitu saja. Aku arahkan perhatian pada apa yang sedang ku kerjakan sekarang. Obrolan-obrolan ku dengan dirinya kini tidak menjadi penuh curiga melainkan menjadi apresiatif dan menghibur.

Bagaimana perasaan kamu ketika menemukan perasaan bahwa seseorang benar-benar mengerti kamu dari luar ke dalam dan dalam ke luar?

Itu adalah anugerah Tuhan yang tak tergantikan.

Advertisements

One thought on “Setelah Kehilangan: Perjalanan Twinflame

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s