Realisasi Hujan Badai

Refleksi berlalu dalam kilatan sehari, dua hari. Kumpulan cerita dan perasaan datang dicicil. Masih ada hutang yang mesti dibayar oleh diriku. Itu adalah pemahaman tentang peristiwa masa lalu.

Dulu…

Aku pindah ke kosan seseorang, ternyata aku diperlakukan seperti pembantu.

Aku pindah UKM dari Senam ke Fitness, untuk menyadari bahwa organisasinya tak jalan dan aku diperlakukan seperti pembantu.

Aku meninggalkan banyak hal dan hidupku dalam kekacauan. Tugas tak dikerjakan, terus-terusan mengejar penerimaan dan manipulasi narsistik dari orang lain hingga terjadilah seperti yang terjadi waktu itu: penumpulan emosi dan kehilangan motivasi.

Aku menyadari bahwa sebaiknya saya tinggal di UKM Senam dan tidak nebeng pindah ke kosan. Karena sebenarnya aku gak butuh kosan dan Fitness itu. Dari situ aku menyadari bahwa perlu untuk membersihkan dan meluruskan niat sehingga apa yang ingin diinginkan bisa tercapai dengan ikhlas dan ridho.

Namun ternyata perjalanan membawa ku ke sini. Maka aku menghargai proses ini dan menerimanya dengan senang hati. Pengalaman ini membuat hidup saya menjadi kaya.

Setelah ulang tahun ku yang ke-23. Aku menyadari sesuatu bahwa ada yang berubah dari dalam diri saya. Itu sebabnya kini aku melihat dunia dengan berbeda.

Advertisements

One thought on “Realisasi Hujan Badai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s