Rekam Sejarah: Ekstrakurikuler Seni di SMKN 2 Garut

WhatsApp Image 2019-04-29 at 10.35.35.jpeg

[26/4 09.57] Kaer Journey: Itu logo ekskul kesenian yang pertama ku bangun
[26/4 09.57] Kaer Journey: Tahun 2012
[26/4 09.57] Kaer Journey: Buatan Reiza Kania
[26/4 09.57] Saduga Rouf: Seni naon wae?
[26/4 09.57] Kaer Journey: MM 1
[26/4 09.57] Kaer Journey: Saya sih mengajukan bikinnya ekskul cheerleading
[26/4 09.58] Kaer Journey: Namun oleh bu Ai didaftarkan sebagai ekskul kesenian
[26/4 09.58] Kaer Journey: Anggotanya hanya 5 orang
[26/4 09.58] Saduga Rouf: Ouh abi te apal, bubar?
[26/4 09.58] Kaer Journey: Ini cikal bakal Saduga teh
[26/4 09.58] Saduga Rouf: Emh kitu nya…
[26/4 09.59] Kaer Journey: Waktu itu saya kelas X, Dan saya yang memegang ekskul itu
[26/4 09.59] Kaer Journey: Hingga masuk ke semester Ganjil, aku kelas XI
[26/4 10.01] Kaer Journey: Bu Ai meminta aku untuk mengikuti lomba tari tanpa ada dukungan biaya. Kemudian anggota ku secara paksa mengambil alih posisi ketua. Ia memaksakan diri untuk mengundang S2C sebagai pelatih (yang kini terusannya adalah DCDC) dengan bayaran 100k per Minggu. Waktu itu saya tolak karena anak-anak tidak mungkin bisa membayar segitu. Hingga pada bulan September, setelah tiga bulan diambilh alih ekskul itu ditinggalkan
[26/4 10.02] Kaer Journey: Akhir 2017, Pak Ica meminta aku untuk bertemu beliau setelah sejak Juli 2017 dilarang oleh Pak Yudi untuk bertemu beliau.
[26/4 10.02] Kaer Journey: Januari 2018, aku diminta magang di sekolah oleh Pak Ica.
[26/4 10.04] Kaer Journey: Februari 2018, Pak Ica mengadakan perjanjian untuk ekskul ke depannya. Ia memberitahukan padaku bahwa ternyata ekskul teater Samak adalah ekskul teater BC yang tidak diakui oleh sekolah. Sebenarnya ada ekskul kesenian, sekarang vakum, itu adalah ekskul yang aku dirikan pada 2012 lalu.
[26/4 10.05] Kaer Journey: Lalu aku diberikan pilihan, melanjutkan di teater Samak tanpa dukungan sekolah atau membangun kembali ekskul baru dengan dukungan sekolah.
[26/4 10.06] Kaer Journey: Aku menjawab bahwa aku akan tanya anak-anak. Tepat sebelum pertunjukan GCE, Aku Tanya anak-anak satu per satu. Semua anak yang sekarang kelas XI bilang bahwa mereka akan membangun ekskul baru. Sementata Naufal dan Fadhila memutuskan berhenti.
[26/4 10.06] Kaer Journey: Baru setelah itu saya konfirmasi ke Pak Ica bahwa kita akan bikin ekskul baru
[26/4 10.06] Saduga Rouf: Ouh awal na kitu toh…
[26/4 10.07] Kaer Journey: Makanya saya gak aneh kalau anak-anak diperlakukan begitu ketika perpisahan
[26/4 10.07] Kaer Journey: oleh Bu Ai
[26/4 10.08] Kaer Journey: Persiapan dua bulan. Kita cari model ekskul yang bisa kami contoh. Dari semuanya yang merespon hanyalah Serdut dan Yafata. Mereka harus diundang buat milad deh.
[26/4 10.10] Kaer Journey: Ide komunitas kreatif itu diberikan oleh Serdut
[26/4 10.24] Kaer Journey: Katanya gak semua format komunitas itu cocok buat semua lingkungan. Yang paling cocok buat STM itu komunitas kreatif. Karena kita tahu bahwa anak STM kurang dalam komitmen dalam kelompok besar. Oleh karena itu komunitas kreatif akan berjalan tak peduli jumlah anggota aktifnya.
[26/4 10.26] Kaer Journey: Yafata itu mengenalkan tata cara pengolahan pameran dan komunitas seni rupa. Mereka berhasil mengadakan Garut International Mail Art Festival 2015 Dan 2016
[26/4 10.26] Kaer Journey: Keur rizkina. Pas aku datang itu pas semua alumni ngumpul jadi all-out pisan diskusina
[26/4 10.26] Saduga Rouf: Keren em… Acara gede?
[26/4 10.31] Kaer Journey: Yang kita hubungi buat studi banding
– Serdut, Merespon paling cepat paling pertama di undang
– Yafata, ngajak sekalian buat workshop
– Teater Awal SMAN 6 Garut, not responding
– Teater Munggaran SMKN 1 Garut, not responding
– Teater Khael, terus diundur-undur
– Teater Bassya SMKN 3 Garut, not résponding
[26/4 10.33] Kaer Journey: Ide studi banding téh itu dari tim PPL UPI anu ngajar TGB
[26/4 10.33] Saduga Rouf: Ie teh kan aula di rombak, cigana milad ge bakal di kelas kumaha kang. Mun di lapang kahujanann
[26/4 10.34] Kaer Journey: Katanya kita mesti cek kepengurusan mereka kayak gimana. Sampai-sampai aku dan Adnan bikin daftar ceklis pertanyaan basa ka Serdut.
[26/4 10.34] Saduga Rouf: Saking banyak na
[26/4 10.34] Kaer Journey: Di kelas bersejarah, ruang téori TGB. Saduga diresmikan di situ
[26/4 10.35] Kaer Journey: Izin dulu ke TGB
[26/4 10.35] Kaer Journey: Muhun 😅
[26/4 10.41] Kaer Journey: Hati-hati tipabelit dengan yang teater
[26/4 10.41] Kaer Journey: Karena sejarahnya berbeda
[26/4 10.59] Kaer Journey: 2012
Semester Genap
Aku membangun ekskul dengan nama Peacocks Cheerleader SMKN 2 Garut, namun tercatat sebagai ekskul kesenian oleh sekolah

Semester Ganjil
Ekskul Cheerleader diambil oleh anggota yang lain dan bertahan sampai September 2012

Teater Ngalagena, ekskul jurusan BC didirikan dengan proyék pagelaran teater yang gagal. Ketuanya adalah Yanyan dan dibina oleh bu Ai.

2013
Yang saya tahu, kegiatan ekskul teater BC masih berjalan dan sudah melakukan Pelantikan anggota. Ketuanya berganti oleh Irvan dan dibina oleh Bu Nita Sumiartini.

2014
Semester Genap
Aku bergabung dengan teater hingga sebelum acara perpisahan. Berikutnya tidak ada lagi kegiatan ekskul.

Semester Ganjil
Pak Yudi mengambil alih ekskul teater dan mengubah namanya menjadi Teater Samak

2015
Yang saya ketahui ketua teaternya adalah perempuan.

2016
Juli
Saya pertama jumpa angkatan Gina untuk proyek Saalam Ramadhan. Ketua Teater Samak adalah Gina.

Semester Ganjil
Gina dropout Dari sekolah. Ketua diganti oleh Selma. Ada konflik dengan kelas X sehingga mereka tidak mau latihan kecuali para perempuannya: Sulis dkk.

2017
Semester Genap
Teater Samak vakum sampai proyek Saalam Ramadhan. Aku datang kembali sebagai koreografer. Aku memaksa Selma untuk mendatangkan laki-laki. Di saat itulah saya pertama kali jumpa Fadhila dkk. Faisal adalah anak pertama yang masuk kembali, kemudian Fadhila, Bayu, dan Abdul. Naufal mulai latihan keesokan harinya setelah dapat kabar dari Fadhila.

Semester Ganjil
Naufal, Fadhila, dan Abdul mengikuti BIAF 2017. Sementara karya saya untuk MPLS diacak-acak oleh Selma. Selma dan teman seangkatan mengabaikan Teater Samak. Saya secara sukarela mengatur kegiatan Samak.
Kegiatan Samak:
– Pentas Sore Posstheatron
– Proyék film Tim dari Australia
– Seleksi Kurasi Singapura
– Lomba Dance, pada proyék ini saya pertama kali berjumpa pak Ica

2018
Semester Genap
– Proyék Lasalle menjadi proyék terakhir SAMAK. Saya dan Pak Yudi terlibat dalam sebuah pertengkaran sehingga Pak Yudi menyampaikan untuk tidak mengurus teater Samak lagi
– Proyék GCE yang menjadi gerakan untuk peresmian Saduga
– Proyek dengan nama Saduga yang pertama: film Adnan dan Dance Film Basmut Rheinz
– Saduga diresmikan pada 5 Mei 2018
[26/4 11.02] Kaer Journey: Proyék GCE itu awalnya membawa nama teater samak, kemudian aku ganti jadi Garut Urban Contemporary Project. Tepat beberapa hari sebelum pentas.
[26/4 11.03] Kaer Journey: Itu catatan sejarah yang masih ku ingat
[26/4 11.04] Kaer Journey: Ketua teater Samak pada tahun 2017 itu berganti dari Selma menjadi Naufal. Kemudian pada akhir tahun 2017, anak-anak lainnya meninggalkan ekskul karena “ada sesuatu pada diri Naufal”.
[26/4 11.05] Saduga Rouf: Nah misteri na naufal aya naon :v
[26/4 11.06] Kaer Journey: Eta tea, dari yang semua tugas kepengurusan dikerjakan oleh Fadhila. Secara personal, anak-anak bermasalah dengan Naufal.
[26/4 11.07] Kaer Journey: Yang ku dapatkan adalah karena Naufal ingin mendapatkan lebih tanpa mau berusaha
[26/4 11.07] Kaer Journey: Yang pertama keluar itu perempuannya dulu
[26/4 11.07] Kaer Journey: Kemudian Abdul, Faisal, Bayu
[26/4 11.07] Kaer Journey: Cemen…
[26/4 11.07] Kaer Journey: Dan terakhir adalah Fadhila
[26/4 11.08] Saduga Rouf: Bubar wh
[26/4 11.08] Kaer Journey: Masuk pada bulan Februari 2018. Semua perempuan kelas X keluar kecuali Alda
[26/4 11.08] Kaer Journey: Menyisakan 5 orang pendiri Saduga
[26/4 11.08] Kaer Journey: Waktu itu aku menarik Iqbal dengan perempuan
[26/4 11.08] Kaer Journey: Jadi dia bisa gabung lagi
[26/4 11.09] Kaer Journey: Selain kita butuh bantuan buat lighting
[26/4 11.09] Kaer Journey: Syukurnya bisa aku cegah dengan mengikutkan proyek Festdraga yang gagal. Yang kucatat sebagai proyek teater kedua yang gagal dalam sejarah STM.
[26/4 11.09] Saduga Rouf: Sejarah na wajib di catat
[26/4 11.10] Kaer Journey: Proyék Festdraga gagal, aku arahkan buat GCE
[26/4 11.10] Kaer Journey: Kegagalan di Festdraga jadi cerminan supaya aku gak gagal buat FDM. Dan syukurnya berhasil. Percobaan ketiga, dan sukses tampil.
[26/4 11.10] Saduga Rouf: Banyak proyek kang tapi ku stm asa te di kenal
[26/4 11.11] Kaer Journey: Emang begitu. Waktu itu KJS suportif banget. Kalau ada acara pasti aya wae. Fauzi nya madep pisan.
[26/4 11.11] Kaer Journey: Mereka bikin laporan khusus dan bahkan live IG pertunjukan kita.
[26/4 11.12] Kaer Journey: Waktu itu aku gak ngerti bagaimana cara mempromosikan barudak ke sekolah. Dan ternyata setiap pertunjukan atau proyék sekecil apapun mesti diumumkan di upacara.
[26/4 11.12] Kaer Journey: Itu teguran Pak Ica yang haneut keneh

WhatsApp Image 2019-04-29 at 10.35.35 (1).jpeg

[27/4 17.24] Saduga Rizal: Gak setahun ya kang 😦
[27/4 17.25] Kaer Journey: Iya
[27/4 17.25] Kaer Journey: Waktu itu saya ketuanya
[27/4 17.26] Kaer Journey: Kemudian terjadi karena konflik sehingga diambil alih anggotanya
[27/4 17.26] Kaer Journey: dan saya keluar
[27/4 17.34] Kaer Journey: Karena anggotanya pengen dilatih oleh S2C (kelanjutannya mereka adalah DCDC). Saya menolak karena bayarannya terlampau besar 100k per 2 jam per Minggu. Ditambah desakan Bu Ai buat ikut lomba dan Bu Ai mendukung anak-anak itu. Namun akhirnya mereka tetap lanjut sampai bubar karena gak mampu membiayai lagi.
[27/4 17.34] Saduga Rizal: Berarti emng benr keputusan akang buat keluar ya
[27/4 17.35] Kaer Journey: Iya
[27/4 17.35] Kaer Journey: Setahun kemudian OSIS diundang buat ikut lomba dance di SMAN 6 Garut
[27/4 17.35] Kaer Journey: Suratnya malah diberikan OSIS padaku
[27/4 17.35] Kaer Journey: Aku nanya, “itu yang ekskul pada kemarana?”
[27/4 17.35] Kaer Journey: “bubar,” jawab mereka
[27/4 17.37] Kaer Journey: Akhirnya saya memutuskan untuk ikut lagi
[27/4 17.37] Kaer Journey: Menari dan ikut lomba
[27/4 17.37] Kaer Journey: Itu pun biaya sendiri dan anak-anak ngaput sendiri buat bikin kostumnha
[27/4 17.51] Kaer Journey: Ini dibantuin sama anak-anak Pramuka
[27/4 17.52] Kaer Journey: Yang pake rok pink dan biru itu dari Pramuka
[27/4 17.52] Kaer Journey: Yang pakai rok kuning itu namanya Cindy
[27/4 17.52] Kaer Journey: Cindy Sekarang kerja di BCA Malang
[27/4 17.53] Kaer Journey: Nama grupnya Icyklone, mengingat sebelumnya aku aktif di Kykloforiaz dance crew. Setelah peristiwa bubar ekskul itu
[27/4 17.53] Kaer Journey: Setelah proyek di SMAN 6 Garut, grup ini bubar
[27/4 17.53] Kaer Journey: Kumpul lagi pas perpisahan tahun 2014
[27/4 17.54] Kaer Journey: Kykloforiaz juga akhirnya bubar pada akhir tahun 2012
[27/4 17.56] Kaer Journey: Ekskul yang ku bangun bubar
Dance crew yang aku follow juga bubar
Kemudian aku ikut agensi tari sebulan di Bandung, Wannabe Pro waktu aku PKL
Aku ikut ekskul teater BC sebelum kelulusan, hingga akhirnya ekskul itu bubar juga
[27/4 18.11] Saduga Rizal: Jatuh bangun ternyata ya kang
[27/4 18.11] Saduga Rizal: Turut sedih si
[27/4 18.11] Saduga Rizal: Gak jauh beda ya akangnya😅
[27/4 18.33] Kaer Journey: Bedanya, badanku six pack
[27/4 18.47] Saduga Rizal: Nariin apa kang?
[27/4 18.48] Kaer Journey: Awalnya tradisional, terus hip-hop, kemudian tango, akhirnya animation
[27/4 18.50] Saduga Rizal: Bisa ganti2 gitu ya lagunya😅
[27/4 18.50] Saduga Rizal: Kang, gimna rasanya jdi satu2nya cowok?
Penasaran smvh😅
[27/4 18.51] Kaer Journey: Iya, nyambung loh
[27/4 18.52] Kaer Journey: Gak masalah zal. Aku sebagai ketua ngatur segalanya sendiri
[27/4 18.52] Kaer Journey: Sisanya anak-anak yang bantuin
[27/4 18.52] Kaer Journey: Aku juga cari pelatihnya yang mau sukarela ngajarin
[27/4 18.52] Saduga Rizal: Yaa edit lagunya juga harus bisa ya😅
[27/4 18.52] Kaer Journey: Syukurnya ada mentor aku
[27/4 18.53] Kaer Journey: Aku ngedit sendiri lagunya
[27/4 18.53] Saduga Rizal: Aku kdng minder, takut diomongin orang gitu
[27/4 18.53] Kaer Journey: Kebetulan pas asyik-asyiknya nyoo DJ
[27/4 18.53] Saduga Rizal: Nah
[27/4 18.53] Saduga Rizal: Double lucky 🙂
[27/4 18.53] Kaer Journey: Diomongin sering banget zal. Berantem sama OSIS mah sering
[27/4 18.54] Saduga Rizal: Berantem? Knapa emng?
Aku teh takut aja gitu, jdi bahan ghibah orang
[27/4 18.54] Kaer Journey: Gak mulus. Sejak ada kasus penamparan di OSIS, aku jadi antipati
[27/4 18.55] Saduga Rizal: Itu mereka kompak semua, ada kemauan semua
[27/4 18.55] Kaer Journey: Iya
[27/4 18.55] Kaer Journey: Dibantu OSIS, Pramuka, teman2 sekelas Cindy, dan teman-teman seangkatan aku.
[27/4 18.56] Saduga Rizal: Tuhh pada ngerti semua
[27/4 18.56] Kaer Journey: Itu cita-cita aku dari kelas X bikin kelompok seni. Ngan perjalanannya gitu
[27/4 18.56] Kaer Journey: Pada bubarlah
[27/4 18.56] Saduga Rizal: Yaa pasti tanjakan mah slalu ada
[27/4 18.57] Kaer Journey: Pas angkatan kalian mah enak. Ekskul sudah ada, fasilitas udah diberikan.
[27/4 18.57] Kaer Journey: Tinggal melakukan exorcism pada iblis-iblis dan setan Julid 🤭
[27/4 18.58] Kaer Journey: Exorcism 🤣🤣🤣

Advertisements

One thought on “Rekam Sejarah: Ekstrakurikuler Seni di SMKN 2 Garut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s