Bermain di Markas Rahasia

Saya selesai menonton serial anime Anohana kemarin. Kondisinya saya masuk ke keadaan nolep lagi dan kepala mulai sakit. Rasanya seperti ada rasa sedih yang susah keluar. Aku kebetulan nemu video di atas dan jadi pengen nonton Anohana. Cus lah aku nonton.

Ada beberapa hal yang ku alami selama nonton Anohana, yaitu:

Hantu, Kenangan, dan Trauma

Cerita ini menghormati legenda mistis Jepang yaitu seseorang yang meninggal itu ruhnya masih ada di dunia dan seseorang bisa berkomunikasi dengan itu. Budaya Jepang soal itu mencuat, dihayati, dan disampaikan dengan baik.

Dari segi Psikologis, urusan-urusan yang belum beres menciptakan trauma mimpi buruk yang terbawa ke dunia nyata. Sehingga muncul fenomena yang disebut halusinasi. Perwujudan ini jelas disebut oleh tokoh Jintan bahwa ini adalah stres dan trauma.

Menggabungkan mitos dengan pengalaman psikologis adalah momen yang katartik buat si tokoh-tokoh yang ada di anime. Sebagaimana tokoh yang lain ternyata memendam perasaan bersalah itu sehingga satu sama lain sadar kalau dirinya merasa nyangkut di masa lalu. Itu kelihatan dari bagaimana setiap karakter mewujudkan peredaman itu pada bentuk yang lain. Jintan dengan mewujudnya Menma, juga Matsuyuki dengan gairah fetish dengan berpakaian seperti Menma, serta Popo yang melancong ke luar negeri. Setiap karakter telah melakukan koping terhadap peristiwa kematian Menma namun tampaknya strategi yang dilakukan lebih kepada mengalihkan diri dari peristiwa traumatik.

Dengan mengabulkan permohonan terakhir Menma, semua tokoh bekerjasama untuk berdamai dengan diri mereka sendiri sehingga pada akhirnya bisa move on pada peristiwa hidup berikutnya.

Aku sendiri pernah mengalami hal yang serupa ketika seorang bernama Satriya itu memutuskan hubungan pertemanan dan dia mewujud hantu dalam pikiran ku. Ia membentuk halusinasi. Aku berproses dengan si hantu itu pada tahun 2016 – 2018. Si hantu itu menghilang setelah aku menyimpulkan bahwa Satriya itu jatuh cinta padaku. Kemudian aku mengonfirmasi ini pada tahun 2019. Ia membalas pesan ku lagi dan mengakui bahwa itu adalah benar. Peristiwa trauma dan hantu memang benar-benar ada.

Kehidupan Remaja Gak Cuma di Sekolah

Di Anohana ini kerasa banget perbedaan antara sekolahnya Jintan dan Anaru dengan Chiriko dan Matsuyuki. Aku pun bisa lihat bagaimana mereka menggunakan waktu luang buat kerja sampingan, atau merasakan betapa longgarnya aturan di sekolah Jintan sehingga dia bisa bolos selama satu semester. Ada juga ketika Anaru main sama teman ke karaokean bersama eksekutif muda. Ternyata ada juga predator seks yang mengarah pada anak sekolahan. Kasus ini mirip sekali dengan yang ku amati dari anak sekolahan yang ku asuh. Pernah ada satu muridku yang begitu pula tapi si anak tampak menikmati gaya hidup yang demikian meskipun sudah tidur bersama seorang perempuan yang lebih tua, salah satunya.

Di sini anak-anak sudah inisiatif untuk mandiri dan bekerja. Dua tokoh seperti Chiriko dan Matsuyuki lebih fokus pada sekolah karena mereka akan melanjutkan kuliah. Sementara Popo tidak bersekolah dan bekerja penuh waktu sebagai buruh.

Dari sini aku merenungkan kalau di Bandung dan Garut itu akses untuk kerja paruh waktu terbatas dan gak terbuka. Aku pikir karena di sini banyak berpikir bahwa anak remaja sekolah ya cukup di sekolah saja. Kalau dalam pengalaman aku sih, anak-anak ada yang berjualan MLM obat dari China dan berdagang makanan dan pakaian. Jadi sebenarnya akses itu ada tapi terbatas pada perdagangan.

Resolusi Konflik

Aku belajar bagaimana cara membangun konflik dari sebuah cerita. Proses konflik di Anohana ini terus menanjak sampai akhir serialnya. Menurut ku ini menarik karena resolusinya di akhir banget jadi tidak ada anti klimaks. Ini benar-benar saya butuhkan dalam proses penulisan Risol.

Anyway, Risol sudah sampai Episode 2 dan kini aku sedang lanjut mengerjakan episode 3. Kamu bisa baca ceritanya di bawah.

https://www.wattpad.com/848171624-risol-season-1-episode-1

Katarsis

Nonton Anohana berhasil bikin aku menangis dan mengeluarkan emosi diri yang nyangkut di dalam diriku. Bersamaan dengan melepasnya emosi dari teman-teman di akhir serial. Mengekspresikan emosi adalah tanda dari penyembuhan jiwa. Ku pelajari kalau tokoh-tokoh Anohana ini melewatkan proses berkabung sehingga mereka nyangkut di peristiwa masa lalu. Ini sangat berkaitan dengan kehidupan banyak orang. Jadi sesungguhnya wajar kalau orang berkabung karena itu adalah proses yang alami.

Sekian tinjauan saya soal anime Anohana. Berikutnya aku mau nonton 13 Reasons Why dan Sex Education yang ada di Netflix.

Penulis: rhakakatresna

your personal you can be~ live in Bandung, INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s