Belajar Menulis dengan Hati Bersama Raditya Riefananda

Pada hari Sabtu, 18 April 2020, saya bergabung di grup WhatsApp Tips Menulis Dengan Hati. Ini merupakan program kolaborasi antara Pena Aksara.ID dengan Bipolar Care Indonesia Simpul Bandung. Pemateri dalam pelatihan daring ini adalah kak Raditya Riefananda dan dikelola oleh teh Yani dan teh Ica.

Assalamualaikum, selamat datang dalam kegiatan kelas “Menulis dengan Hati” dengan tema “Melawan Stigma Melalui Tulisan”. Forum ini merupakan kerjasama antara Mas Raditya Riefananda (@⁨Raditya Riefananda⁩ ) dari Pena Aksara.ID dan BCI Simpul Bandung dimana nantinya kita akan belajar tentang cara mengungkapkan perasaan lewat tulisan.

Percakapan dibuka pada Minggu, 19 April 2020 pukul 15.00 oleh teh Yani.

Pengenalan Program

Tema kelas kali ini adalah tentang Melawan Stigma Melalui Tulisan, tentunya kita sebagai ODGJ khususnya ODB sudah tidak asing lagi dengan yang namanya stigma dan mungkin beberapa dari kita juga ada yang mendapatkan stigma negatif dari masyarakat tentang keadaan kesehatan mental kita sendiri. Nah, melalui forum/ kelas ini nantinya kita berharap bahwa kita dapat melawan pandangan-pandangan negatif tersebut dengan karya yang kita buat khususnya tulisan. Dan semoga dengan tulisan-tulisan yang nantinya menjadi karya-karya kita, bisa menjadi alat untuk menghentikan stigma dari masyarakat itu sendiri.

Tentang Pemateri

Pemateri kita adalah Mas Raditya Riefananda dari Pena Aksara. Mas Radit sendiri berprofesi sebagai author, ghostwriter, brand practition, dan speaker. Beliau merupakan founder dari beberapa komunitas, seperti Pena Aksara, Siswa Indonesia.ID, Wirausah Pelajar Indonesia dan Adv untuk Alinea Community.

Materi yang Sudah Dibagikan

Kak Raditya memberikan motivasi dan penguatan pada kenapa dan bagaimana seseorang harus menulis. Menulis tersedia untuk semua orang sebagai media untuk membagikan apa yang diri miliki.

Beliau mengutip pernyataan berikut.

“Manusia boleh berprestasi setinggi langit. Namun selama enggak menulis, dia akan hilang oleh sejarah. Menulis, adalah bekerja untuk keabadian.”

Pramoedya Ananta Toer

Ia menegaskan bahwa menulis adalah sesuatu yang ditinggalkan seseorang sebelum ia meninggal dunia.

Di akhir, beliau mendorong peserta untuk mulai menulis. Dengan itu mereka bisa melawan stigma. Tulisan itu memberikan edukasi pada orang yang menstigma dan membuktikan pada mereka bahwa peserta adalah orang yang berdaya.

Selanjutnya adalah sesi tanya jawab. Kami, peserta, kemudian akan dikabarkan mengenai tugas menulisnya. Saya penasaran bagaimana tugas menulis yang akan diberikan.

Tentang Peserta

Sebagian besar peserta, termasuk saya, adalah penyintas gangguan jiwa. Seperti yang disebutkan sebelumnya, program ini bertujuan untuk memberdayakan penyintas untuk berkarya melalui tulisan.

Apa yang akan saya tulis?

Pengalaman saya sebagai Penyintas tentunya. Terutama mengenai langkah-langkah yang saya lakukan untuk penyembuhan dan pemulihan.

Saya ucapkan terima kasih kepada Bipolar Care Indonesia Simpul Bandung dan Pena Aksara.ID yang telah menyelenggarakan program ini.

Penulis: rhakakatresna

your personal you can be~ live in Bandung, INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s