Monster itu adalah wujud dari energi

Ini adalah catatan mimpi.

Aku menggunakan pakaian dan berdandan seperti perempuan. Kemudian aku mengikuti kelas menari bersama Monica. Aku pergi ke sekolah kemudian kembali ke studio. Aku bilang sama seorang perempuan kalau aku merasa terlalu kotor.

Kemudian aku mengikuti seseorang ke sebuah studio. Aku menunggu seseorang selesai menggunakan studio. Seorang perempuan yang ku pikir adalah teman dari bibi keluar. Aku izin untuk melihat studio dan ibu itu bilang tidak boleh jika ingin digunakan.

Aku masuk melihat studio tersebut dan memperhatikan tidak ada cermin di dalam. Kemudian aku turun ke tangga dan keluar lewat pintu yang satunya. Pemandangannya seperti di atas kapal laut dan waktunya adalah malam hari. Aku lihat bintang dan gelap kelihatannya.

Aku bertemu seorang perempuan dan aku tak ingat apa yang kita bicarakan. Yang ku ingat adalah tentang monster dan perjalanan manusia. Lalu pandangan ku kabur dan berada di pengalaman seseorang yang berada di jurang dari sebuah gunung.

Seseorang itu naik kembali ke tempat ia jatuh. Ada sebuah motor di situ kemudian dia jalan ke sekolahnya. Sekolahnya berada di perbukitan dan aku yakin itu adalah SMA.

Aku melihat dari sudut pandang orang tersebut.

Dia duduk di bangku kantin dan melihat temannya sedang bersenda gurau. Kehadiran dia lebih terasa seperti hantu. Aku menyaksikan bagaimana percakapan anak SMA lain di kantin dan bagaimana mereka masuk kelas.

Hingga sore kemudian tempat sekolah menjadi berkabut serta cahaya menjadi selamanya pagi.

Laki-laki tersebut menjelajahi sekolah dan mengumpulkan barang-barang. Tiba-tiba aku merasakan ada ransel di punggung laki-laki tersebut. Dia masuk kelas, mengambil spidol. Lalu ia masuk ke ruang gudang dan menemukan sebuah kotak yang isinya baterai kamera dan lampu serta jas hujan. Laki-laki itu memasukkan semuanya ke kantongnya dan menggunakan jas hujannya lengkap. Sebelum ia keluar, ia temukan sebuah gergaji mesin di situ dan ia bawa pula.

Baru saja keluar dari ruangan, laki-laki itu disambut oleh seorang ibu yang membawa seorang anak perempuan sebaya laki-laki itu. Tangan perempuan itu dipegang paksa oleh ibu tersebut dan perempuan itu berteriak sambil menangis. Laki-laki itu menggergaji tangan perempuan itu kemudian menggergaji kedua tungkai ibu tersebut hingga putus dan serangan terakhir membelah bahu ke dada.

Perempuan itu terjatuh. Tangan dia kembali tumbuh dan menghampiri laki-laki itu. Laki-laki melihat sosok ibu itu yang ternyata badannya berisi semacam energi berwarna kuning keemasan.

Perempuan itu bilang, “monster itu adalah wujud dari energi.”

Aku yang menyaksikan dari sudut pandang laki-laki itu merasa takjub.

Laki-laki itu meninggalkan perempuan itu dan melanjutkan perjalanannya.

Aku berpikir kalau dia akan berpulang ke masa setelah kehidupan.

Tafsir Mimpi

Dalam persepsi aku, aku memang masih merasakan kalau sosok ibu adalah seorang monster dan anak laki-laki itu berhasil membunuhnya. Trauma akibat monster parenting kedua orang tuaku menyisakan diriku yang merasa tidak berharga, tidak berguna, dan cenderung melakukan bunuh diri.

Aku merasakan bahwa laki-laki itu adalah diriku yang akhirnya membunuh sosok ibuku sendiri dan meninggalkan sosok anima/sisi wanita dari diriku sendiri.

Pengalaman sebelum cerita si laki-laki aku sempat bilang kalau aku merasa kotor. Itu adalah ekspresi yang jujur mengenai diriku sendiri dan tambahannya aku ingin merasa bebas dari itu. Pertemuan dengan sosok perempuan itu bagiku memunculkan perasaan familiar dengan ritual perjanjian dengan sebuah entitas. Entitas yang ku maksud adalah si perempuan itu.

Perempuan yang ku temui di balkon yang mirip kapal berbeda dengan perempuan yang ditemui di sekolah.

Perempuan yang di balkon itu rambutnya pendek dan dia menggunakan kaos dan celana, bersepatu pula.

Perempuan yang ditemui di sekolah itu menggunakan kerudung yang menutup hingga dada, pakaian putih dengan rok panjang warna hitam.

Penampilan ku sebagai transgender di awal mimpi adalah perwujudan keinginan terpendam ku untuk menjadi perempuan akibat stigma yang mengenai diriku sejak aku kecil. Yang mereka berpikir kalau aku perempuan karena hobiku menari dan sifatku yang lemah lembut.

Bagi diriku, pengalaman mimpi seperti ini jarang ku temui selama beberapa bulan terakhir. Tidur sebelumnya terasa melelahkan dan tidak memunculkan mimpi apa-apa.

Setelah bangun tidur, aku menyadari kalau kekerasan dari orang tua sudah berakhir dan aku hingga saat ini masih berusaha untuk memulihkan diriku sendiri.

Aku merasa iri dengan orang lain yang mengalami pola asuh yang baik dari orangtua sehingga tidak usah mengalami kesulitan seperti yang aku alami.

Sesekali aku mengutuk, “makan tuh ranking, makan tuh omongan orang lain, makan tuh anak orang lain.”

Itu adalah sebagian emosi kemarahan dari diriku yang sebelumnya tak kunjung keluar, aku ingin sekali bisa berdamai dengan diri sendiri.

Lewat mimpi ini, kegeregetan aku tersalurkan dengan digergajinya sosok ibu. Aku perlu untuk membunuh sosok ibu dalam pikiran ku karena dia adalah energi yang terwujud dari kenangan. Sosok ibu berbeda dengan ibu dari dunia nyata yang sudah meminta maaf dan melakukan ganti rugi semampu dirinya.

Itu artinya aku melalui proses pendewasaan dengan membunuh sosok ibu dari pikiran ku sendiri. Sebagian diriku yang mati hidup kembali dan melakukan upaya terakhirnya untuk membunuh sosok ibu.

Si laki-laki itu adalah perwujudan lelaki ideal dari diriku sendiri. Dan dia pada akhirnya mati akibat kecelakaan. Yang awalnya aku kira dirinya adalah mengintimidasi diriku dengan standar yang dia punya. Namun sebenarnya dia adalah seorang martir yang menyelamatkan hidup aku.

Pada akhirnya aku menjadi diriku sendiri dengan standar yang ku buat sendiri, lepas dari sosok ibu, melalui pendewasaan.

Penulis: rhakakatresna

your personal you can be~ live in Bandung, INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s