Kabar Rhaka 1452020

Aku menyadari bagaimana terhinanya diriku dan kenapa aku bisa berada di situasi saat ini. Aku merasa terperangkap di sarang ku, di rumah, dan aku memproses kenangan dan emosi yang belum beres. Rasanya berulang-ulang dan berkutat pada topik tersebut. Untuk bisa berlanjut, diri perlu memecah makna dari pikiran itu. Ya, betul sekali dan ujung-ujungnya adalah aku merasa terhina dengan dosa-dosa ku dan mengakuinya. Lalu berupaya untuk mengubahnya supaya tidak terjadi di masa depan.

Photo by Tobias Bjørkli on Pexels.com

Aku sudah selesai dengan menyalahkan dan berusaha membenarkan diriku sendiri. Karena tujuan dari munculnya kenangan dan pikiran itu adalah dengan memprosesnya dan memakannya. Bukannya dibiarkan untuk menunggangi jiwa dan tubuh. Baru kali ini saya bisa santai menghadapi serangan kecemasan dan menangkap maksudnya. Trauma menciptakan kekakuan-kekakuan di masa kini. Itu menyulitkan kehidupan.

Latihan yang saya lakukan ketika diserang kecemasan adalah dengan berusaha menapak dan tidak terpengaruh oleh perasaan. Setelah kesadaran diraih, barulah pikiran bisa memproses dan merespon kejadian dengan tepat, seperlunya, dan tidak melebih-lebihkan.

Apa yang saya pikirkan saat ini terkait kondisi saya saat ini

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Saya perlu untuk menyelesaikan studi saya, bagaimana pun juga. Saya perlu menyelesaikan apa yang sudah saya mulai.

Namun bagaimana jika target studi tidak tercapai dan aku mesti menambah durasi studi? Darimana aku akan dapatkan biaya studi ku?

Aku sempat memikirkan soal itu dan berusaha mencari sumber penghasilan. Hasilnya adalah nihil dan aku tidak kompeten untuk bekerja. Aku frustrasi karena ini. Lalu aku katakan pada diriku, “kerjakan sajalah, tak usah pikir biaya untuk lanjutkan studi.”

Satu masalah sudah selesai.

Keinginan dan Kegiatan

Photo by Niko Twisty on Pexels.com

Ini sebenarnya termasuk perencanaan ku ke depannya. Aku sudah menentukan sebuah keinginan namun akhirnya itu jadi menekan diriku sendiri. Jadi ya akhirnya aku menentukan target yang cair, yang artinya aku bisa jadi apapun dengan parameter yang longgar.

Aku ingin S2 di Brockport, New York lalu ingin bikin pagelaran, dan sebagainya. Aku menentukan keinginan ku dan tidak memasang target yang kaku.

Karena aku perlu ingat bahwa kondisi saat ini dan di sini adalah yang terpenting.

Program yang dilakukan sekarang

Saya sedang mengerjakan:

  1. Performance Cypher bersama Miguel Aragoncillo: kini bulan kedua
  2. 14 day Liberated Body Challenge bersama Monika Volkmar
  3. 21 day Abundance bersama Deepak Chopra
  4. Somatic Re-membering bersama Alexia Buono

Aku perlu program yang terstruktur dan terbimbing untuk pengembangan diriku supaya aku terbiasa dengan program yang ada. Latihan ini buat kegiatan ku sibuk dan aku bisa membatasi diri dari interaksi dengan orang lain.

Photo by Ivan Samkov on Pexels.com

Hikmah-hikmah

Pembatasan interaksi yang ku sadari sekarang bahwa aku melakukan kegiatan sosial dan pengorbanan sebagai dampak dari rendahnya rasa harga diri. Aku jadi martir yang gak efektif ternyata.

Meningkatkan rasa harga diri membuat aku mengalami dan mempersepsikan peristiwa dengan positif. Ini berbeda dengan melatih berpikir positif yang bisa jadi beracun.

Aku bisa memaknai interaksi dengan orang lain dan melatih komunikasi efektif dan jika diperlukan, komunikasi afektif.

Aku memeluk dan menyamankan remaja batin ku baru-baru ini. Ini adalah dampak dari menaiknya perasaan harga diri dan perawatan diri yang konsisten.

Penulis: rhakakatresna

your personal you can be~ live in Bandung, INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s