Perawatan Diri untuk Spesialis Pendukung Sebaya

Punya pekerjaan sebagai spesialis pendukung sebaya adalah kerja yang perlu perawatan diri. Kenapa? Karena interaksi diri dengan ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) bisa bawa trauma bawaan, yaitu trauma yang dialirkan dari orang dan dibawa oleh diri sendiri. Saya mulai sadar soal ini setelah ikut webinar mengenai trauma bawaan pada tahun 2016 lalu. Selain itu, beberapa situasi lapangan tertentu bisa bikin diri aku ini kewalahan secara emosional atau bahkan terpicu soal diri sehingga perlu reboot dengan istirahat. Istirahat yang diperlukan oleh saya biasanya bervariasi dari 1 – 7 hari tergantung beban yang saya rasakan sebagai individu setelah tugas.

Ditambah, kerja ini belum punya legalitas secara hukum di Indonesia dan masih bersifat sukarela. Saya benar-benar hati-hati soal pengeluaran dan memastikan kalau saya minimal bisa nebeng dengan orang. Mengingat riwayat pemimpin tim kesehatan jiwa komunitas yang ku ikuti pernah kurang baik mengenai penggantian ongkos dan transportasi. Hal keuangan jadi perhatian aku karena aku tak punya penghasilan tetap dan hutang yang ku tanggung sudah banyak.

Pekerjaan yang ku lakukan sebagai spesialis pendukung sebaya adalah evakuasi kegawatdaruratan Psikiatrik, memberikan konseling sebaya daring, dan mengelola kegiatan pelatihan spesialis pendukung sebaya. Ada beberapa Penyintas gangguan jiwa lainnya yang tergabung dalam spesialis pendukung sebaya. Mereka bekerja dengan kapasitasnya masing-masing: ada yang mengelola jaringan daring, ada pula yang menulis konten untuk komunitas, dsb. Untuk saat ini, baru saya saja yang terlibat secara penuh sebagai spesialis dukungan sebaya di Bandung Raya.

Kembali ke pernyataan saya di paragraf awal. Perawatan diri yang perlu aku lakukan adalah tidur yang cukup, makan yang bagus, minum yang cukup, dan mandi yang bersih. Itu kebutuhan fisik dasar yang perlu dipenuhi. Kemudian saya merawat jiwa saya dengan melakukan refleksi atau waktu hening. Saya sediakan jurnal atau blog ini sebagai media saya curah pikiran dan memproses kenangan dan emosi yang ada. Waktunya antara 1 -2 hari. Ketika peristiwa yang jadi pemicu buat diri terjadi maka aku berikan perlakuan khusus. Kalau cemas, biasanya aku main game, baca buku, atau olahraga untuk alihkan pikiran sementara. Aku kembali memproses diri setelah diri tenang, stabil, dan dapat dikendalikan. Di saat tertentu, aku bisa sampai meringkuk seharian di kamar dan tak lakukan apa-apa. Aku merasa takut dan tak ingin lakukan apa-apa. Untuk fasilitasi itu, biasanya aku tidur.

Tugas konseling Sebaya daring adalah pekerjaan yang ku nikmati. Gembira sekali buat saya untuk sama-sama menemukan kekuatan dalam diri dan melakukan tindakan yang baik bersama-sama dengan klien. Baru kali ini saya menghadapi klien yang sulit sehingga saya kewalahan dan melakukan terminasi pada klien tersebut. Saya merasa itu melampaui batasan saya sehingga saya rujuk klien untuk langsung dapatkan bantuan dari Psikolog dan Psikiater.

Butuh ketegasan dari diri saya jika saya tidak mampu bantu klien meskipun ada paksaan dari pemimpin tim. Supaya pemberian pertolongan dapat sampai secara optimal. Saya perlu dalam kondisi yang baik dan menerima. Itu sebabnya saya butuh perawatan diri dan tidak aktif dalam beberapa waktu tertentu.

3 respons untuk ‘Perawatan Diri untuk Spesialis Pendukung Sebaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s