Tarik Ulur Perasaan, Perasaan Kamu Valid

“Ketika dalam sebuah hubungan, kamu tiba-tiba kehilangan kendali dan menjauh dari dirinya. Seakan diri kamu berkata kalau dirinya bukan yang terbaik buat kamu. Kamu merasa disia-siakan, hilang sudah kepercayaan kamu padanya. Kamu yakinkan dirimu untuk tetap bertahan padanya. Perasaan sayang hadir kembali. Kemudian dilanda oleh perasaan tidak percaya itu lagi. Rasanya seperti tarik ulur perasaan. Hingga akhirnya kamu memutuskan berhenti dan menyerah. Kamu bilang padaku untuk jeda dan berpikir kembali…”

Kamu menghela nafas panjang. Aku merasa bingung juga seperti kamu. Tetapi aku bilang kalau itu tak apa buat mu. Ada pesan yang berusaha diri mu sampaikan lewat perasaan kamu. Kamu sudah melawan perasaan itu dengan pikiran dan keinginan untuk bertahan dengan dirinya. Tetapi kamu tahu kalau itu sebenarnya bukanlah ungkapan yang jujur.

Kemudian kamu mencoba mendengarkan perasaan kamu sendiri. Menghormati keinginan perasaan kamu selayaknya seorang teman dekat. Kamu bantu utarakan kebutuhan yang menyertai perasaan itu termasuk memutuskan hubungan, menuntut ganti rugi, dan mencari calon pasangan baru.

Hal mengagetkan terjadi setelahnya. Tiba-tiba seseorang yang kini jadi mantan pasangan kamu membalas semua pesan mu. Menyatakan bahwa selama ini dirinya mempercayai kamu kemudian kamu jatuh dan tersadarkan. Ternyata perasaan itu selama ini adalah trauma. Trauma itu mewujudkan perasaan takut kehilangan dan jadi gak berharga di diri kamu. Kamu jadi berusaha melindungi diri kamu secara gak sadar.

Yang buat ini berbeda saat ini adalah kamu mendengarkan trauma itu dan menghormatinya. Seketika kamu menyadari itu, kamu lalu meminta maaf atas kejadian yang sudah berlalu. Bahwa trauma sudah mengambil alih perasaan mu dan kamu berusaha untuk kembali sadar.

Kepercayaan mantan kamu sepertinya hancur tetapi kamu berhasil mendengarkan dan mengobati trauma kamu.

Aku bertanya kepada kamu, “apa kamu baik-baik saja soal itu?”

Kamu jawab kalau dirimu belajar sesuatu yang berharga malam ini. Tak apa kehilangan kekasih, karena malam ini kamu menemukan diri kamu sendiri. (Sebenarnya menunggu jawaban si mantan untuk melanjutkan hubungan tapi kamu malah bilang gak terlalu peduli)

Perasaan itu valid. Jelas bahwa trauma mengontrol perasaan. Supaya sadar akan trauma, dengarkan dan ikuti perasaan itu. Upaya tadi adalah bentuk ekspresi trauma. Perlu dilakukan dulu supaya paham maksudnya trauma.

Satu respons untuk “Tarik Ulur Perasaan, Perasaan Kamu Valid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s